Bencana alam menjadi fenomena yang seringkali membuat kita geleng-geleng kepala bertanya kenapa dan bagaimana bisa terjadi seolah tak menyadari bahwa kita sendiri memiliki kontribusi atas apa yang terjadi. Seperti misalnya banjir dan kekeringan, meskipun terjadi dalam waktu yang berbeda, banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau, namun bencana tersebut seakan menjadi bencana bertubi bagi penduduk setempat. Hal ini tidak lain diakibatkan oleh tidak seimbangnya air di dalam bumi karna lahan resapan air yang tidak lagi memadai.
Ketidak seimbangan air di bumi terjadi karna kurangnya daerah resapan air untuk masuk ke dalam tanah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya lahan hijau sehingga air tidak maksimal terserap ke dalam tanah saat hujan turun sehingga menyebabkan banjir di musim penghujan dan karna kurangnya kadar air yang tersimpan di dalam tanah menyebabkan terjadi kekeringan di musim kemarau. Lahan hijau telah banyak diubah fungsi menjadi lahan pemukiman atau lahan bahan baku produksi tanpa dilakukan penghijauan kembali.
Tentu hal ini akan berdampak pada banyak hal. Selain bancana yang tentunya menelan korban jiwa, kerugian materi dan menghambat berbagai kegiatan penting, juga ketidaksediaan air bersih pada masa datang jika keadaan tidak segera ditanggulangi. Kita tahu bahwa air bersih memiliki peran dalam menunjang kesehatan secara tidak langsung mencerdaskan anak bangsa dengan beraksi lebih aktif dan kreatif ketika tubuh sehat. Contoh sederhanya adalah kretifitas anak bangsa termasuk para blogger yang perlu ditunjang oleh kesehatan dan kecerdasan yang baik, serta lingkungan yang nyaman.
Disini, konservasi sumber daya air adalah cara yang tepat untuk menanggulanginya bencana yang ada. Konservasi sumber daya air adalah upaya menjaga keseimbangan atas kelestarian air di bumi sebagai sumber kehidupan. Untuk menjaga kelestarian tersebut dapat dilakukan beberapa cara, diantaranya: normalisasi sungai, penghijauan, membuat lubang resapan air, menanggulangi banjir dan longsor. Mulailah dari hal sederhana di rumah untuk berkontribusi dalam menyelamatkan bumi.
I. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengurangi pemakaian kertas dengan memanfaatkan limbah kertas untuk turut menekan penurunan lahan hijau yang telah ada. Apa yang akan dilakukan ketika melihat sisa-sisa lembaran kosong dalam buku pelajaran yang telah terpakai di akhir tahun ajaran? Terkadang lembar kosong yang tersisa masih lebih dari setengah buku sehingga buku tersebut dapat digunakan kembali di tahun berikutnya. Namun lebih banyak buku yang menyisakan lembar kosong kurang dari setengah buku. Lembar kosong yang tersisa sedikit demi sedikit dari buku-buku tersebut tentu akan menghasilkan setumpuk lembar kosong yang sayang sekali jika hanya dibuang atau dijual kiloan ke tukang loak. Oleh karna itu sedikit kreasi dapat membuat lembar-lembar kosong itu berguna dan kita dapat menghemat satu bahkan tiga buah buku baru untuk digunakan. Jika seluruh anak di satu pulau saja dapat menghemat satu hingga tiga buah buku maka akan menyelematkan hidup beberapa batang pohon.
Caranya, lembar-lembar kosong itu dilepaskan dari buku asalnya kemudian di kumpulkan menjadi satu dengan lembar-lembar kosong dari buku lain. Gunakan staples untuk menyatukan lembar-lembar tersebut atau manfaatkan pembolong kertas untuk membolongi pinggiran kertas agar kemudian dapat disatukan dengan untaian pita sehingga akan terlihat lebih indah. Untuk covernya atau sampulnya dapat gunakan sampul buku yang sudah tak terpakai (dibiarkan original atau diberi sampul kado agar terlihat lebih indah) atau gunakan kreasi sendiri misalnya membuat gambar-gambar lucu di lembar pertama. Karna umumnya sekolah mengharuskan penggunaan buku rapi dan formal dengan sampul coklat maka buku-buku kreasi ini dapat digunakan untuk buku les atau diary atau hanya menjadi kertas kotertan. Kertas-kertas yang telah tercorat coret dapat diberikan pada abang-penjual gorengan untuk kemudian digunakan menjadi wadah menjual gorengan tersebut agar dapat menghemat penggunaan plastik.
Buku yang saya buat dengan memanfaatkan sisa lembar kosong dari buku pelajaran yang sudah tak terpakai untuk dijadikan catatan les Bahasa Inggris adik saya.
Adik-adik saya begitu antusias ketika membuat paper bag dan kotak pernak pernik dari cover buku mereka yang sudah tidak terpakai.
II. Karna penebangan hutan tak bertanggung jawab kerap terjadi, maka kita dapat menghijaukan pekarangan rumah kita untuk membantu peresapan air hujan. Jika tak ada lahan luas, pekarangan kecil dapat dimanfaatkan untuk menanam bunga. Ada juga cara lain untuk mensiasati sempitnya lahan yaitu dengan menggunakan pot. Selain dapat membuat rumah lebih segar dengan oksigen yang dihasilkan tanaman tersebut, meresapnya air juga dapat terbantu karnanya. Hal seperti ini mungkin telah banyak disosialisasikan namun pelaksanaannya masih sangat terbatas.
Pekarangan terbatas di depan rumah yang dimanfaatkan untuk penghijauan.
III. Dan kini ada metode biopori untuk membantu meresapnya air hujan dengan memanfaatkan pergerakan mikroorganisme dalam tanah. Sebagaimana dikutip dari organisasi.org, lubang biopori adalah lubang dengan diameter 10 sampai dengan 30 cm dan panjang 30 sampai dengan 100 cmyang di tutupi oleh sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.
Lubang biopori tersebut yang berisi sampah organik memicu mikroorganisme di dalam tanah untuk bergerak kearahnya sehingga timbul lubang-lubang kecil yang menjadi tempat mengalirnya air. Pembuatan lubang biopori ini sebaiknya dilakukan di dekitar pohon sehingga kemudian kompos yang terbentuk dari sampah organik dapat menjadi pupuk untuk menyuburkan pohon dan penyerapan air dapat terjadi dengan maksimal.
Menurut saya jika sulit membuat lubang dengan diameter 10 sampai 30 cm maka diameter sedikit lebih kecil juga tetap akan berguna apalagi jika dibuat dalam jumlah agak banyak dengan jarak yang cukup. Sehingga dapat dibuat oleh anak remaja meski tanpa alat bantu khusus seperti bor.
Pentingnya konservasi sumber daya air untuk menyelamatkan bumi dapat memicu semua orang untuk berbuat lebih dimulai dari hal sederhana dengan tujuan besar.





